Surat untuk 'Sahabat'


Seorang 'sahabat' yang menetap 
Saat semua terasa 'salah' 
Adalah lebih indah.
Dari pada deru pujian
Beribu orang-orangan 
Saat semua terasa 'benar'

Adalah keindahan yang kau berikan temanku
Pengertian akan kekuranganku
Terasa lebih 'manis'
Dari pada 'legit' segala pujian itu.

"Sahabatku, Kekuatanku"

Ariel, 21-09-2010


Ariel says.. MAKA SAYA LEBIH BAIK DIAM.



Jika saya bercerita sekarang.
Maka itu hanya membuat sebagian orang memaklumi saya.
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya.
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia
Yang seharusnya tidak di maklumi.
Dan, tidak akan ada yang menjamin.
Apakah semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu.
Atau hanya akan mengikuti keburukan nya.
MAKA, SAYA LEBIH BAIK DIAM.

Jika saya bersuara sekarang
Maka itu hanya membuat saya sedikit lebih baik.
Dan beberapa lain terlihat sedikit lebih buruk sebenarnya.
MAKA, SAYA LEBIH BAIK DIAM.

Jika saya berkata sekarang
Maka akan hanya ada caci maki dari lidah ini.
Dan teriakan kasar dari kemunafikan.
Serta cemoohan hina pada keadilan.
MAKA, SAYA LEBIH BAIK DIAM.

Saya hanya akan 'bercerita kepada tuhan'
'bersuara kepada yang berhak'
'berkata kepada diri sendiri'
lalu, 'diam kepada yang lainnya'
lalu, biarkan 'seleksi tuhan bekerja pada hati setiap orang'



-Quote Ariel-


"Kalian (Sahabat) seperti baja yang keras, yang membuat sebuah lokomotif terus berjalan" - Ariel

"Jangan biarkan keinginanmu terubah oleh dunia. Tapi, ubahlah dunia sesuai dengan keinginanmu" - Ariel

"Kesedihan apa yang kamu rasakan, sampai membuatmu tidak bersemangat melakukan aktifitas. Cinta, Keluarga, atau pekerjaan yang membuatmu lemah. Kamu punya kaki untuk melangkah, tangan untuk memegang, dan otak untuk berfikir, dan banyak orang yang menyayangimu. Bahkan tuhan selalu ada di sekitar kita" - Ariel

"Aku masih bisa memahami ledakan caci maki spontan, tapi tidak dengan mereka yang memelihara kebencian dalam hatinya, tidakkah hati itu akan menghitam karenanya?" - Ariel

"Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap, dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri" - Ariel

"Bukankan jaman dulu semua orang mengatakan bumi itu datar? Sampai akhirnya waktu yang memberikan kesempatan untuk kita menyadari bahwa bumi itu bulat. I never run away!!" - Ariel





Klp Gdg, 07/01/14


1 komentar: